Seolah tak mau melewatkan kesempatan yang ada, usai dikirab dari Taman Blambangan menuju ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan, seribu anak yatim tersebut menyempatkan diri bersalaman dengan Bupati Abdullah Azwar Anas dan Ibu Dani Azwar Anas. Juga dengan Forum Pimpinan Daerah, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, dan Sekretaris Kabupaten Slamet Kariyono.
Puas bersalaman, anak-anak yang mendapat jatah beberapa kupon, beramai-ramai menukarkan kuponnya sesuai tulisan yang tertera. Ada yang ditukar dengan permainan, makanan, minuman, dan juga santunan. Dengan segera stand-stand makanan dan minuman dipenuhi oleh anak-anak yang berkisar dari usia TK hingga SMA tersebut. Sama halnya dengan areal permainan yang disediakan. Tak satupun jenis permainan yang sepi pengunjung. Mulai dari balap mobil mini ber-remote control, photo box, bola gelinding dalam air, dan trampolin. Begitu pula istana balon, mengambil boneka dengan mesin penjepit, hingga permainan tradisional egrang dan klompen. Fasilitas lain yang juga diserbu pengunjung adalah mobil perpustakaan keliling dan mobil internet gratis yang sengaja disediakan untuk diakses sepuasnya.
Bupati Anas dalam sambutannya menyatakan kebahagiaannya bisa melihat kegembiraan anak-anak yatim tersebut. “Saya senang dengan kegiatan yang kita buat bersama untuk anak yatim ini. Semoga apa yang kita lakukan memberi harapan baru bagi mereka untuk survive di masa depan,”ujar Bupati Anas. Melalui moment itu, Bupati juga mengingatkan seluruh yang hadir agar lebih memperhatikan anak yatim. “Dengan doa merekalah Banyuwangi bisa semaju seperti saat ini,”tandas orang nomor satu di Banyuwangi itu. Tak hanya itu, untuk menstimulasi agar para anak yatim agar terus bergiat meningkatkan prestasi, tahun 2014 mendatang, Bupati Anas juga akan memberikan beasiswa bagi anak yatim berprestasi. Jika sebelumnya anak miskin berprestasi didukung dengan beasiswa dan dana Siswa Asuh Sebaya (SAS), tak lama lagi anak yatim berprestasi juga bisa terus melanjutkan pendidikannya, bahkan hingga ke jenjang S2. Kegiatan ini juga diwarnai penyerahan santunan kepada masing-masing anak yatim. Selain menerima santunan dari Pemkab Banyuwangi, mereka juga memperoleh santunan dari donatur.
Sebelumnya, pada pagi harinya di tempat yang sama juga diselenggarakan khitanan massal. Khitanan massal yang juga merupakan rangkaian dari FAY tersebut diikuti oleh 58 anak yatim dan anak dari keluarga yang kurang mampu. Berbagai ekspresi muncul dari wajah-wajah mungil peserta khitan. Ada yang menangis ketakutan sebelum dikhitan, ada yang baru menangis di bed khitan, dan tak sedikit pula yang terlihat berani menjalani proses pengkhitanan. Mohammad Rizky Ramadhan, salah satunya. Pelajar kelas 2 SD dari Kecamatan Glagah ini, menurut orang tuanya, sudah sejak lama minta dikhitan. Di wajahnya tak tersirat rasa takut atau tegang. Seusai khitan, ketika ditanya sakit atau tidak, dengan santai pula Rizky menjawab,”Nggak,”katanya. Dalam kesempatan itu, masing-masing peserta khitan juga mendapatkan santunan dari pemkab sebesar Rp. 300 ribu dan bingkisan berupa sarung. (Humas & Protokol)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar